jannah dikelilingi oleh hal hal yang
BacaanSurat Al Waqiah ini berisi dahsyatnya hari kiamat - Halaman 2. Surat Al Waaqiah adalah surat yang diturunkan di Mekkah. Bacaan Surat Al Waqiah ini berisi dahsyatnya hari kiamat - Halaman 2. Artinya : Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda. 18.
Manusiayang ciptaan Allah saja mampu menciptakan hal yang sangat hebat, apalagi Allah yang menciptakan manusia. Meng-Isra' Mi'raj-kan hamba-Nya dengan ruh dan jasad Nabi Muhammad SAW sekaligus adalah hal yang sangat mudah dan tidak mustahil bagi-Nya. Apalagi Isra' Mi'raj telah tercantum dalam Al-qur'an dan Al-Hadist.
Salahsatu hal yang gak bakal kamu temuin di tempat lain adalah kamu bakalan berteman dan mudah akrab dengan orang-orang berbeda generasi dari generasi 10 tahun dibawahmu bahkan 20 tahun diatasmu. Suasana yang dikelilingi semangat belajar meraih cita Berapa lama artikel yang Sudan dikirim oleh penulis dan selanjutnya di terbitkan
Sedangkansyurga adalah seindah-indahnya tempat yang jalan menujunya dikelilingi oleh hal-hal yang tidak mengenakkan. harus merendam keinginannya untuk bersenang-senang yang termasuk dalam larangan jika ingin meraih Ridlo Allah SWT dan Jannah-Nya. Tapi tidak semua yang menyenangkan itu maksiat, namun rata-rata memang maksiat itu
Ayahdan Ibunya sedang sibuk sendiri dikelilingi oleh tumpukan uang dan surat-surat yang bertebaran. Percakapan mereka terbata-bata. Selain martabat dan harga diri yang tinggi hal ini juga disebabkan oleh tingginya nilai wawasan dan pengetahuan. Berbeda dengan Indonesia dimana banyak sekali pelajar yang menuntut ilmu demi gelar., pangkat
Ich Danke Dir Dass Ich Dich Kennenlernen Durfte. Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Selamat sore pak. Ini saya mau tanya. Jannah dikelilingi oleh hal-hal yang bagaimana ya Pak? Pertanyaan ini aku sampaikan alasannya dulu pernah mendengar bacaan hadis ihwal hal itu. Minta tolong juga aku diterangkan hadisnya perihal persoalan ini. Terima kasih banyak Pak. Jawab Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Alhamdulillah sore ini dalam kondisi sehat dan tidak kurang suatu apa pun. Semoga Anda pun juga demikian. Maksud jannah adalah surga. Terkait dengan pertanyaan jannah dikelilingi oleh hal-hal yang bagaimana. Maka perlu kami tuliskan terlebih dahulu di sini hadisnya. Artinya Neraka dikelilingi dengan syahwat hal-hal yang mengasyikkan nafsu, sedang jannah dikelilingi hal-hal yang tidak disenangi nafsu. Dari hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari di atas dapat kita simpulkan bahwa jannah dikelilingi oleh hal-hal yang tidak digemari oleh nafsu. Jannah dikelilingi oleh segala hal yang tidak digemari oleh nafsu. Manusia memang mempunyai nafsu. Tetapi jika nafsu itu tidak dikelola oleh agama maka akan menjerumuskan insan kepada jurang kesengsaraan. Perkara-masalah yang menghiasi surga umumnya tidak digemari oleh nafsu manusia. Misalnya saja amalan beramal. Nafsu manusia tidak senang bederma alasannya digambarkan sedekah itu akan menghemat hartanya. Sudah sukar payah dalam mencari harta malah disuruh untuk berinfak. Inilah persepsi nafsu. Padahal, itu yakni jalan kebaikan dan kebahagiaan. Orang yang berinfak tidak akan miskin bahkan sebaliknya. Tidak menyusut hartanya. Demikian juga ibadah-ibadah yang lainnya. Jalan ke surga dikelilingi oleh hal-hal yang dibenci oleh nafsu insan. Berbeda saat jalan menuju ke neraka. Jalan ke sana dipenuhi oleh hal-hal yang disenangi oleh nafsu. Tetapi, pada akibatnya jalan tersebut malah menjerumuskan insan kepada jurang kesulitan dan kesusahan. Demikian biar berguna klarifikasi sedikit ini. Wallahu a’lam.
Apabila mendengar lafadz jannah dalam Al-Qur’an, seringkali otak kita langsung tertuju pada kenikmatan surga yang diharapkan. Padahal, lafadz tersebut memiliki derivasi yang memiliki banyak perbedaan makna. Jannah berasal dari kata janana yang berarti tertutup’. Yaitu tidak dapat dijangkau oleh panca indra manusia. Kemudian kata tersebut berkembang sejalan dengan perkembangan konteks pemakaiannya sehingga terbentuk berbagai kata lain derivasi. Misalnya, kata janin yang diartikan dengan bayi yang masih berada di dalam kandungan ibunya. Maksudnya, bayi tersebut masih tertutup oleh perut. Kemudian, salah satu makhluk halus ciptaan Tuhan disebut jin karena hakikat dan wujud nya yang tidak dapat diketahui oleh indra manusia. Pun seseorang yang gila disebut majnun karena akalnya tertutup. Begitu juga kebun yang dipenuhi dengan tumbuh-tumbuhan dan menutupi pandangan manusia dinamai jannah. Sebagaimana dalam Mu’jam al-Wasith dijelaskan makna kata ini yaitu kebun الجَنَّةُ الحديقة ذات النخل والشجر و– البستان و- دارالنعيم في الآخرة . Jannah dalam Al-Qur’an Jannah di dalam al-Qur’an disebutkan baik dalam bentuk tatsniyyah ataupun jamak sebanyak 161 kali. Jannata 235, 111, 214 3142, 185 4124 572 719, 40, 49 9111 1632 1960 3626 4040 4370 476 7038 7612 7941 Jannati 282, 221, 2653133722, 27, 42, 44, 46, 5010261123, 108133520117, 121 2524 2685 2958 3655 39; 73, 74 4130 427 4614, 16 4715 5721 5920 6611 6817 6922 8810. Jannatu 222, 60 743 1791 1963 25;8, 15 2690 4372 5031 5315 5689 8113 jannatahu 1835 jannataka, jannatika 1839, 40 jannatani 3415 5546, 62 jannatayhim 3416 jannatayni 1832,33 3416 5554 jannati 8930 jannaatin, jannaatun tersebut sebanyak 69 kali, diantaranya 413, 57, 122. Relasi Derivasi Quraisy Shihab menyebutkan relasi derivasi makna jannah dengan ayat-ayat Al-Qur’an dapat dimaknai dengan beberapa makna, diantaranya 1. Gelap QS Al-An’am 76 فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَى كَوْكَبًا قَالَ هَذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَا أُحِبُّ الْآفِلِينَ Kata جَنَّ merupakan salah satu bentuk derivasi dari kata جنة yang memiliki arti dasar tertutup. Apabila dikaitkan dengan kata اللَّيْلُ maka memiliki makna tertutup, kegelapan, atau menjadi gelap. Hal ini juga dijelaskan oleh Imam Thobari tatkala menafsirkan ayat ini dengan tradisi linguistik Arab. Bahwa setiap yang lenyap atau menghilang atau tersembunyi tawara dari penglihatan manusia disebut dengan kata قد جنّ . 2. Surga QS An-Nisa 124 وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا Dalam ayat ini sangat jelas bahwa yang dimaksudkan adalah surga. Hal ini bisa diindaksi dengan adanya syarth dan jawab dalam kalimat tersebut. Dimana orang yang mengerjakan amal kebajikan tanpa mempertimbangkan jenis kelaminnya, selama ia beriman kepada Allah, maka ganjaran baginya adalah surga dan segala kenikmatannya. Adapun dalam beberapa kitab tafsir tetap menafsirkannya dengan kata asalnya karena telah ma’lum apa yang dimaksud dengan jannah di dalam ayat tersebut. 3. Janin QS An-Najm 32 الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَإِذْ أَنْتُمْ أَجِنَّةٌ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى Imam al-Qurthubi menjelaskan bahwa kata أَجِنَّةٌ merupakan bentuk plural dari kata الجنين. Bermakna calon bayi atau atau anak yang masih berada dalam kandungan. Adapun dinamai janin karena memang calon bayi tersebut tersembunyi dari penglihatan manusia karena berada di dalam kandungan atau rahim. 4. Perisai QS-Mujadalah 16 اتَّخَذُوا أَيْمانَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ فَلَهُمْ عَذابٌ مُهِينٌ Dalam menafsirkan ayat ini, Imam al-Qurthubi menyertakan perihal sejarah yang mengiringi turunnya ayat ini asbabun nuzul. Dimana konteks di masa itu sedang terjadi perang. Saat itu orang-orang munafik yang takut dan ingin menghindari perang menggunakan alasan keimanan untuk menutupi dan tidak ikut terlibat dalam peperangan. Tak sampai disitu, mereka juga menghasut dan menghalangi umat muslim lain dengan menakut-nakutinya. 5. Gila QS As-Syu’ara 27, QS Al-Hijr 6 قَالَ إِنَّ رَسُولَكُمُ الَّذِي أُرْسِلَ إِلَيْكُمْ لَمَجْنُونٌ وَقَالُوا يَا أَيُّهَا الَّذِي نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ Ayat pertama al-Syu’ara 27 merupakan perkataan Fir’aun yang direkam di dalam al-Qur’an. Ayat tersebut menunjukkan betapa sombongnya Fir’aun yang menganggap rendah Nabi Musa dan mengatakannya majnun tertutup akalnya/gila. Tidak jauh berbeda dengan ayat yang pertama, ayat yang kedua merekam perkataan kafir Quraisy, yang dengan sombongnya mengatakan Nabi Muhammad gila. 6. Kebun QS Saba’ 15; 16 لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ جَنَّتَانِ dalam ayat ini bermakna dua buah kebun yang terbentang diantara dua gunung. Dalam konteks tersebut terdapat di Negeri Saba’. Kebun tersebut penuh dengan tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan. Menurut Imam Qusyairi yang dikutip oleh Imam Qurthubi, lebatnya tumbuh-tumbuhan menyebabkan manusia bisa bersembunyi dibalik diantara kebun tersebut dari pandangan manusia lainnya. Jannah adalah Surga? Sebagaimana yang telah dijelaskan pada makna jannah yang berarti surga poin 2. Maka surga inilah yang menjadi harapan imbalan bagi seluruh manusia yang telah berbuat baik, baik laki-laki maupun perempuan. Gambaran surga yang terdapat dalam Al-Qur’an seperti nikmatnya bersandar pada bantalan permadani, segarnya buah-buahan, sayuran, susu, madu dan sungai mengalir adalah kenikmatan yang bersifat indrawi. Padahal, selama gambaran tersebut masih terjangkau oleh indra dan akal manusia, berarti itu bukanlah hakikat surga yang sebenarnya. Karena hakikat jannah adalah sesuatu yang tertutup dari pengetahuan indra dan akal manusia. Lantas, mengapa manusia masih seringkali berdebat perihal pasangan bidadari yang akan didapatkannya? Padahal, Allah itu Maha Adil dan nikmat surga itu tidak sebatas. Tentu, kita akan mengharapkan nikmat yang lebih dari itu saat masuk surga. Dan Allah pun akan memberikan nikmat yang berlebih pula. Selama nikmat surga masih terjangkau oleh indra dan akal manusia, itu hanyalah gambaran dan permisalan belaka. Nikmat surga itu tidak akan pernah terbayangkan, sebagaimana nikmat rahmat yang meliputi orang-orang beriman. Maka harapkanlah ridho dan rahmat-Nya, bukan sekedar mengharapkan surga-Nya. Wallahua’lam. Editor Sri/Nabhan
"Jannah"—also known as paradise or garden in Islam—is described in the Quran as an eternal afterlife of peace and bliss, where the faithful and righteous are rewarded. The Quran says the righteous will be restful in the presence of God, in "gardens beneath which rivers flow." The word "Jannah" comes from an Arabic word that means "to cover or hide something." Heaven, therefore, is a place that is unseen to us. Jannah is the final destination in the afterlife for good and faithful Muslims. Key Takeaways Definition of Jannah Jannah is the Muslim concept of heaven or paradise, where good and faithful Muslims go after Judgment is a beautiful, peaceful garden where water flows and abundant food and drink are served to the dead and their families. Jannah has eight gates, the names of which are associated with righteous deeds. Jannah has multiple levels, in which the dead reside and commune with prophets and angels. Jannah has eight gates or doors, through which Muslims can enter after their resurrection on Judgment Day; and it has multiple levels, in which good Muslims reside and commune with angels and prophets. Quranic Definition of Jannah According to the Quran, Jannah is paradise, a garden of everlasting bliss and the home of peace. Allah determines when people die, and they stay in their graves until the Day of Judgment, when they are resurrected and brought to Allah to be judged on how well they lived their lives on earth. If they have lived well, they go to one of the levels of heaven; if not, they go to hell Jahannam. Jannah is "a beautiful place of final return—a garden of eternity whose doors will always be open to them." Quran 3849–50 People who enter Jannah "will say, Praise be to Allah who has removed from us [all] sorrow, for our Lord is indeed Oft-Forgiving, appreciative; who has settled us in the house of lasting residence out of His bounty. No toil nor sense of weariness shall touch us therein.'" Quran 3534–35 In Jannah "are rivers of water, the taste, and smell of which are never changed. Rivers of milk the taste of which will remain unchanged. Rivers of wine that will be delicious to those who drink from it and rivers of clear, pure honey. For them will be every kind of fruit and forgiveness from their Lord." Quran 4715 What Does Heaven Look Like for Muslims? According to the Quran, for Muslims, Jannah is a peaceful, lovely place, where injury and fatigue are not present and Muslims are never asked to leave. Muslims in paradise wear gold, pearls, diamonds, and garments made of the finest silk, and they recline on raised thrones. In Jannah, there is no pain, sorrow, or death—there is only joy, happiness, and pleasure. Allah promises the righteous this garden of paradise—where the trees are without thorns, where flowers and fruits are piled on top of each other, where clear and cool water flows constantly, and where companions have big, beautiful, lustrous eyes. There is no quarreling or drunkenness in Jannah. There are four rivers named Saihan, Jaihan, Furat, and Nil, as well as large mountains made of musk and valleys made of pearls and rubies. The Eight Gates of Jannah To enter one of the eight doors of Jannah in Islam, Muslims are required to perform righteous deeds, be truthful, search for knowledge, fear the most merciful, go to mosque every morning and afternoon, be free of arrogance as well as the spoils of war and debt, repeat the call to prayer sincerely and from the heart, build a mosque, be repentant, and raise righteous children. The eight gates are Baab As-Salaat For those who were punctual in and focused on prayerBaab Al-Jihad For those who died in defense of Islam jihadBaab As-Sadaqah For those who frequently gave to charityBaab Ar-Rayyaan For those who observed fasting during and beyond RamadanBaab Al-Hajj For those who participated in the Hajj, the annual pilgrimage to MeccaBaab Al-Kaazimeen Al-Ghaiz Wal Aafina Anin Naas For those who suppress or control their anger and forgave othersBaab Al-Iman For those who had sincere faith and trust in Allah and strived to follow his commandsBaab Al-Dhikr For those who showed zeal in remembering God The Levels of Jannah There are many levels of heaven—the number, order, and character of which are much discussed by the tafsir commentary and hadith scholars. Some say Jannah has 100 levels; others that there is no limit to the levels; and some say their number is equal to the number of verses in the Quran 6,236. "Paradise has one hundred grades which Allah has reserved for the fighters in His cause, and the distance between each of the two grades is like the distance between the sky and the earth. So when you ask Allah, ask for Al Firdaus, for it is the best and highest part of Paradise." Hadith scholar Muhammad al-Bukhari Ib'n Masud, a frequent contributor to the Sunnah Muakada website, has compiled the commentary of many of the hadith scholars, and produced a list of eight levels, listed below from the lowest level of heaven Mawa to the highest Firdous; although Firdous is also said to be in the "middle," scholars interpret that to mean "most central." Jannatul Mawa A place to take refuge, the abode for the martyredDarul Maqaam The essential place, the safe place, where weariness does not existDarul Salaam The home of peace and safety, where speech is free of all negative and evil talk, open to those whom Allah wills to a straight pathDarul Khuld The eternal, everlasting home, which is open to those who ward off evilJannat-ul-Adan The Garden of EdenJannat-ul-Naeem Where one can live a prosperous and peaceful life, living in wealth, welfare, and blessingsJannat-ul-Kasif The garden of the revealerJannat-ul-Firdous A place of vastness, a trellised garden with grapevines and other fruits and vegetables, open to those have believed and done righteous deeds Muhammad's Visit to Jannah Although not every Islamic scholar accepts the story as fact, according to the Ibn-Ishaq's 702–768 biography of Muhammad, while he was living, Muhammad visited Allah by passing through each of the seven levels of heaven accompanied by the angel Gabriel. While Muhammad was in Jerusalem, a ladder was brought to him, and he climbed the ladder until he reached the first gate of heaven. There, the gatekeeper asked, "Has he received a mission?" to which Gabriel answered in the affirmative. In each level, the same question is asked, Gabriel always answers yes, and Muhammad meets and is greeted by the prophets who reside there. Each of the seven heavens is said to be composed of a different material, and different Islamic prophets are resident in each. The first heaven is made of silver and is the home of Adam and Eve, and the angels of each star. The second heaven is made of gold and the home of John the Baptist and Jesus. The third heaven is made of pearls and other dazzling stones Joseph and Azrael are resident there. The fourth heaven is made of white gold, and Enoch and the Angel of Tears reside there. The fifth heaven is made of silver Aaron and the Avenging Angel hold court over this heaven. The sixth heaven is made of garnets and rubies Moses can be found here. The seventh heaven is the highest and last, composed of a divine light incomprehensible to the mortal man. Abraham is a resident of the seventh heaven. Finally, Abraham takes Muhammad into Paradise, where he was admitted to the presence of Allah, who tells Muhammad to recite 50 prayers each day, after which Muhammad returns to earth. Sources Masud, Ibn. "Jannah, Its Doors, Levels ." Sunnah. February 14, 2013. Muakada Grades. Ouis, Soumaya Pernilla. "Islamic Ecotheology Based on the Qur'an." Islamic Studies 1998 151–81. Print. Porter, J. R. "Muhammad's Journey to Heaven." Numen 1974 64–80. Print.
Jannah, Hanya Bagi Yang Mempu Membayar Harga . Alhamdulillah Washshalātu wassalāmu alā rasūlillāh, wa alā ālihi wa ash hābihi ajma’in . Gambaran Surga dan Semangat Masuk Surga Yala kurnaedi Kenikmatan dan Tingkatan Kenikmatan Terbesar Disurga – Ustadz Maududi Abdullah, Lc. JALAN KE SURGA -Ustadz Muhammad Halid Syar’ie 22Mb Pembendaharaan Allah Yang sangat Mahal Adalah Surga-Nya –Ustadz Farhan Abu Furaihan 23Mb Masihkah Aku Di Rindukan Surga-Ustadz Bambang Abu Ubaidillah hafizhahullah Kiat-Kiat Meraih Surga-Ust Khaidir SESI 1 SESI 2 بسم الله الرحمن الرحيم . Segala puji bagi Allah Rabbul alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq kunjungi blog di Ebook Islam Mp3 Kajian Ebook Islam 2 mp3 kajian sunnah 2 Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam GABUNG GRUP WA DAKWAH SUNNAH DAN BIMBINGAN ISLAM IKHWAN AKHWAT =.. . ➡ Jannah, Hanya Bagi Yang Mempu Membayar Harga . ✅ Segala puji kita bagi Allah Rabb semesta atas berbagai macam nikmat yang telah dianugerahkan pada kita semua. Apa pun nikmat yang Allah berikan patut kita syukuri walau itu sedikit. . مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ . “Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia sulit untuk mensyukuri sesuatu yang banyak.” HR. Ahmad . ✅ Semoga kita menjadi hamba Allah yang bersyukur dan dapat memanfaatkan nikmat yang ada dalam ketaatan dan ketakwaan pada Allah. . ‼ Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi besar Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, juga kepada para sahabat, para tabi’in, serta para ulama yang telah memberikan contoh yang baik pada kita. . ✅ Rasulullah bersabda . حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ بْنِ قَعْنَبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ وَحُمَيْدٍ عَنْ . نَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتأ . النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ . ‼ Telah bercerita kepada kami Abdullah bin Maslamah bin Qa’nab, telah bercerita kepada kami Hammad bin Salamah dari Tsabit dan Humaid, dari Anas bin Malik berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda “Jannah dikelilingi oleh berbagai hal yang tidak menyenangkan dan neraka dikelilingi dengan syahwat.” HR Muslim . ✅ Nabi mengabarkan kepada kita bahwa jannah dikelilingi oleh berbagai hal yang umumnya tidak disukai oleh manusia. Siapapun yang ingin mendapatkan Jannah mesti siap menempuh jalan yang penuh onak dan duri, jalan perjuangan yang melelahkan, pengorbanan harta, tenaga, usia dan bahkan nyawa, kendati hawa nafsu menentangnya. Terpampang pula di hadapannya seribu satu rintangan yang tak diingini oleh nafsu yang cenderung rehat dan berfoya-foya. . ✅ Sebaliknya, neraka terselubungi oleh sejuta pesona yang menggiurkan orang untuk menjamahnya, serasi dengan selera nafsu dan angkara. Sehingga banyak manusia terkecoh oleh jerat dan perangkapnya. . ‼ Teraihnya jannah hanyalah apabila manusia sanggup bermain dengan aturan dan rambu-rambu yang telah ditetapkan oleh Sang Pemiliki Jannah Allah berupa perintah dan larangan. Mengikuti rambu-rambu tersebut membutuhkan kesabaran ekstra dan pengorbanan yang luar biasa. . ✅ Karena umumnya perintah adalah sesuatu yang berat diterima oleh selera hawa nafsunya. Adapun wujud larangan biasanya justru sesuatu yang diingini oleh syahwatnya. Namun inilah harga yang telah ditentukan oleh Pemiliknya. . ✅ Allah mensifatkan keadaan penghuni jannah dengan firman-Nya . وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ﴿٤٠﴾ فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ ﴿٤١﴾ . ‼ “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya jannahlah tempat tinggal nya.” QS An-Nazi’at 40-41 . ✅ Mush’ab bin Umair, rela meninggalkan segala kemewahannya ketika diboikot orang tua sejak masuk Islam. Dari pemuda yang paling keren, paling halus bajunya, paling wangi minyaknya bagaikan photo model dan paling didamba gadis-gadis di Mekah. Akhirnya beliau tinggalkan semuanya karena Islam. Bahkan tatkala syahid di medan perang, hanya burdah yang dimilikinya untuk menutup tubuhnya, jika ditutpkan kakinya kelihatan kepalanya dan jika ditutupkan kepalanya terlihat kakinya. . ‼ Beliau tahu, itulah alat tukar untuk meraih jannah. Demi melihatnya nabi bersabda, “Sungguh di Mekah dahulu aku tidak melihat orang yang lebih halus pakaiannya dan lebih rapi rambutnya daripada kamu. . ✅ Namun sekarang rambutmu kusut masai dan tubuhmu hanya ditutup dengan sehelai burdah.” Lalu beliau bersabda perihal Mush’ab dan pahlawan lain yang gugur . نَّكُمُ الشُّهَدَاءُ عِنْدَ إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ يَشْهَدُ أ . اللهِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ . ‼ “Sungguh Rasulullah aku bersaksi bahwa kalian adalah syuhada di sisi Allah pada hari kiamat.” . ✅ Jannah tidaklah disediakan bagi mereka yang tak mau membayar harga, bakhil dalam mengorbankan apa yang dimilikinya untuk mendapatkannya. Bukan pula untuk manusia yang berangan untuk meraihnya namun tak sudi menempuh jalannya. Allah menceritakan perihal orang-orang yang tidak turut serta dalam perang Tabuk . لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيبًا وَسَفَرًا قَاصِدًا لَّاتَّبَعُوكَ وَلَـٰكِن بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَّةُ ۚوَسَيَحْلِفُونَ بِاللَّـهِ لَوِ اسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْ يُهْلِكُونَ أَنفُسَهُمْ وَاللَّـهُ يَعْلَمُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ ﴿٤٢﴾ . ‼ “Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan nama Allah “Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu” Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.” At-Taubah 42 . ✅ Maka adakah pantas bagi seseorang telah mengaku cinta kepada Allah, berangan ingin mendapat jannah, namun ia enjoy dengan maksiat, foya-foya, dan tidak memiliki perhatian terhadapp urusan agamanya? . ‼ Hamba Allah yang tulus ingin mendapatkan jannah akan berupaya memahami ilmu menuju jannah, mengamalkannya dan bersabar atas gangguan yang dihadapannya serta berpaling dari pantangan-pantangan Jannah adalah bukti konkrit manusia yang ingin mendapatkan jannah. . ✅ Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu berkata, “enam perkara, apabila ada pada diri seseorang maka ia betul-betul mencari jannah dan menjauh dari neraka, yakni mengenal Allah kemudian mentaatinya, mengenal setan kemudian memusuhinya, mengenal kebenaran kemudian mengikutinya, mengenal kebathilan kemudian menjauhinya, mengenal dunia kemudian mengesampingkannya menggunakannya untuk kepentingan akherat dan mengenal akherat kemudian memburunya..” Jika para pemburu jannah harus mencurahkan pengorbanan segala yang dimilikinya, bukan berarti para calon penghuni neraka tidak butuh pengorbanan untuk mendaftar menjadi penghuninya. . ✅ Musuh-musuh Islam pun mencurahkan segala tenaga, bersusah payah dan mengorbankan apa yang mereka punya untuk menukarnya dengan neraka. Allah berfirman . وَلَا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِ ۖ إِن تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ ۖ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّـهِ مَا لَا يَرْجُونَ ۗ وَكَانَ اللَّـهُ عَلِيمًا حَكِيمًا ﴿١٠٤﴾ . “Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan pula, sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan.” QS An-Nisa’ 104 . ✅ Begitupula dengan para pemburu yang melalaikan akheratnya. Belum ada ceritanya para penggandrung dunia merasa puas dengan apa yang telah di tangannya. . ‼ Dia akan senantiasa berjuang, berkorban dan bekerja keras untuk memburu keinginan nafsunya yang mustahil akan didapatkannya. Akan tetapi . عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ ﴿ ٣﴾ تَصْلَىٰ نَارًا حَامِيَةً . “Bekerja keras lagi kepayahan, lalu memasuki api yang sangat panas neraka.” QS Al-Ghasiyah 3-4 . ✅ Siapapun manusia sesungguhnya ia akan menuai hasil perbuatannya di dunia. Yang kafir ataupun yang mukmin, yang shalih maupun yang thalih, yang kaya ataupun yang papa. Hasil yang diperoleh tergantung dengan besarnya pengorbanan dan tujuan ia berkorban. . ‼ Jika para pemburu neraka berkorban dan berjuang untuk mendapatkan kebinasaannya, tentulah pengorbanan kita untuk mendapatkan kenikmatan Jannah harus lebih dituntut. . ✅ Hendaknya kita tidak segera merasa bangga dan merasa cukup dengan amal yang telah kita usahakan, karena kenikmatan jannah yang disediakan untuk kita terlampau besar bila dibandingkan dengan upaya kita. Imam Syafi’i berkata, “jika anda takut ujub, maka ingatlah tiga perkara, yakni ridha siapa yang dia cari, kenikmatan apa yang dia inginkan dan kebinasaan mana yang hendak dia jauhi. . ‼ Barangsiapa yang merenungkan ketiganya, niscaya akan merasa kecillah apa yang telah dia usahakan. =… _________ Lanjut ke Halaman2 __________ Laman 12
Assalaamu'alaikum warahmatullaahi sore pak. Ini saya mau tanya. Jannah dikelilingi oleh hal-hal yang bagaimana ya Pak? Pertanyaan ini saya sampaikan karena dulu pernah mendengar bacaan hadis tentang hal itu. Minta tolong juga saya dijelaskan hadisnya mengenai masalah ini. Terima kasih banyak Wassalaamu'alaikum warahmatullaahi sore ini dalam keadaan sehat dan tidak kurang suatu apa pun. Semoga Anda pun juga jannah ialah surga. Terkait dengan pertanyaan jannah dikelilingi oleh hal-hal yang bagaimana. Maka perlu kami tuliskan terlebih dahulu di sini Neraka dikelilingi dengan syahwat hal-hal yang menyenangkan nafsu, sedang jannah dikelilingi hal-hal yang tidak disenangi nafsu.Dari hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari di atas dapat kita simpulkan bahwa jannah dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disenangi oleh dikelilingi oleh segala hal yang tidak disenangi oleh nafsu. Manusia memang memiliki nafsu. Tetapi bila nafsu itu tidak diatur oleh agama maka akan menjerumuskan manusia kepada jurang yang menghiasi surga umumnya tidak disukai oleh nafsu manusia. Misalnya saja amalan bersedekah. Nafsu manusia tidak suka bersedekah karena digambarkan sedekah itu akan mengurangi hartanya. Sudah susah payah dalam mencari harta malah disuruh untuk bersedekah. Inilah pandangan nafsu. Padahal, itu adalah jalan kebaikan dan kebahagiaan. Orang yang bersedekah tidak akan miskin bahkan sebaliknya. Tidak berkurang juga ibadah-ibadah yang lainnya. Jalan ke surga dikelilingi oleh hal-hal yang dibenci oleh nafsu manusia. Berbeda ketika jalan menuju ke neraka. Jalan ke sana dipenuhi oleh hal-hal yang disukai oleh nafsu. Tetapi, pada akhirnya jalan tersebut malah menjerumuskan manusia kepada jurang kesulitan dan semoga bermanfaat penjelasan sedikit ini. Wallahu a'lam.
jannah dikelilingi oleh hal hal yang